Masalah klasik di jaringan internet rumahan atau kantor adalah ketika satu user melakukan download besar, latency game online melonjak dari 15ms ke 300ms. Simple Queue bawaan sering kali tidak berdaya. Solusi terbaik yang selalu saya terapkan di jaringan DENTIKA-NET adalah arsitektur Queue Tree dengan PCQ (Per Connection Queue).
Langkah 1: Mangle & Packet Marking
Kita harus memisahkan traffic DNS, ICMP, dan Game UDP prioritas tinggi dari traffic bulk TCP (HTTP/Streaming).
/ip firewall mangle
add action=mark-packet chain=prerouting protocol=icmp new-packet-mark=prio-icmp passthrough=no comment="ICMP Ping"
add action=mark-packet chain=prerouting protocol=udp dst-port=53 new-packet-mark=prio-dns passthrough=no comment="DNS Queries"
add action=mark-packet chain=prerouting protocol=udp dst-port=5000-5500 new-packet-mark=prio-game passthrough=no comment="Gaming Ports"Langkah 2: Queue Tree Hierarchy
Buat parent queue dengan limit 95% dari kapasitas link sebenarnya (untuk menghindari antrean bufferbloat di modem ISP):
/queue tree
add name=TOTAL-DOWNLOAD parent=global max-limit=100M
add name=Q-PRIO-HIGH parent=TOTAL-DOWNLOAD priority=1 limit-at=10M max-limit=100M packet-mark=prio-icmp,prio-dns,prio-game
add name=Q-DEFAULT parent=TOTAL-DOWNLOAD priority=8 limit-at=50M max-limit=90M packet-mark=no-markKesimpulan
Dengan memotong 5% bandwidth di edge router kita sendiri, buffer di modem penyedia tidak akan pernah penuh, sehingga jitter game tetap stabil di angka 10-15ms meskipun link sedang digunakan maksimal.