Banyak pelanggan yang mengira internet lemot selalu karena bandwidth router habis. Padahal di lapangan jaringan fiber optik (FTTH), lebih dari 70% masalah performa bersumber dari degradasi redaman optik (optical attenuation) pada jalur kabel drop core dari tiang ODP ke rumah.
Standar Nilai Redaman Sehat
- Ideal: -16 dBm s/d -22 dBm (Sinyal bersih, frame loss 0%).
- Batas Toleransi: -23 dBm s/d -25 dBm (Masih stabil, tapi rawan gangguan jika cuaca hujan lebat).
- Kritis / Bermasalah: Di atas -27 dBm (Modem ONU mulai sering mengalami packet discard, jitter tinggi, bahkan LOS lampu merah).
3 Penyebab Utama Redaman Melonjak
- Macro-Bending (Kabel Tertekuk Patah): Sering terjadi saat penarikan kabel drop core melewati atap rumah atau terikat kawat terlalu kencang. Radius tekukan fiber optik tidak boleh lebih kecil dari koin uang receh.
- Konektor Fast Connector Kotor: Debu mikroskopis pada ujung keramik ferrule connector SC/UPC bisa menambah redaman hingga 2-3 dB. Selalu gunakan alkohol swab khusus sebelum splicing.
- Splitter Rasio Tidak Seimbang: Menggunakan splitter 1:8 atau 1:16 bertingkat melebihi power budget transceiver SFP OLT (+3 dBm hingga +7 dBm).