Sharing File dan Folder antara Linux dan Microsoft

Microsoft merupakan salah satu Sistem Operasi yang sudah beredar di kalangan banyak pengguna. Selain user friendly, software ini juga mempunyai kelebihan dalam hal grafis. Lain hari beredarlah Sistem Operasi Linux, Linux yang sering orang tanggapi sebagai Sistem Operasi yang sulit untuk digunakan, sampai pada saat sekarang banyak relawan-relawan linux yang bersedia untuk memberikan arahan atau bimbingan dalam bentuk workshop atau seminar.

Beralih ke permasalahan, linux mempunyai 2 versi; Server dan Desktop. Dari keduanya jelas berbeda dari cara pengoperasian dan penggunaannya, Linux Desktop lebih familiar dengan GUI yang telah distandarisasikan dengan kebutuhan pengguna, dan gampang dioperasikan. Lain halnya dengan Linux server, sesuai dengan namanya; Linux server mempunyai kelebihan yang khusus digunakan untuk kebutuhan server, baik dari tampilan, Linux server menggunakan CLI sebagai pengantar interaksi dengan pengguna.

Sharing (atau yang sering disebut dengan berbagi folder atau file) merupakan hal yang sudah konstan dimiliki oleh beberapa departemen perusahaan/instansi. Baik itu sharing dalam bentuk FTP atau sharing file/folder dalam Sistem Operasi Windows. Lantas bagaimana jika 1 tempat mempunyai 2 Sistem Operasi yang lebih; Linux dan Windows? Hal utama yang harus diperhatikan jika berada di Windows adalah tertuju kepada folder yang akan di share. Begitu pula linux, linux mempunyai fasilitas ini, yang lebih disebut sebagai samba atau SMB. Lantas bagaimana untuk memulai berbagi file/folder di linux?

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah menginstall samba terlebih dahulu, berikut adalah tahapan untuk
menshare folder di linux:

  1. Klik kanan pada folder yang akan di share, kemudian klik “Sharing Options”. Jika anda baru pertama melakukan ini, maka anda akan mendapatkan dialog:
  2. Klik checkbox pada “Share this folder”, maka tertampil dialog
  3. Kemudian klik pada “Install Service”, pada tahapan ini, anda sudah harus menentukan source repository dan terkoneksi dengan internet
  4. Linux akan menginstall paket-paket yang dibutuhkan
  5. Setelahnya, linux memberikan notifikasi dialog yang mengharuskan untuk merestart session yang dimaksudkan untuk menghidupkan sharing. Klik pada “Restart session”
  6. Folder “sms” telah berhasil di sharing

Berikut adalah cara untuk mengakses folder yang di sharing di komputer lain

  1. Buka nautilus anda, kemudian klik tab Go > Location (shortcut: ctrl+L), dan masukkan protocol smb://<IP Address> dimana sharing yang akan dituju berada, contoh: smb://10.10.10.250
  2. Atau anda dapat menelusuri semua jaringan anda di panel “Network” anda

Lantas bagaimana jika akan melihat folder yang di share dari linux di windows?

Run, salah satu alternatif cepat yang sering digunakan

Sharing workgroup, efisien untuk mengeksplorasi semua sharing managemen dalam 1 jaringan

Nah, sekarang kembali ke topik pembahasan; bagaimana cara untuk mengambil hasil sharing dari windows oleh Linux Server?

Hal pertama yaitu dari manajemen linux, linux mempunyai fstab sebagai main konfigurasi titik point dari semua base system linux. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah:

Login sebagai root linux, kemudian buat direktori di folder media

Ini dimaksudkan untuk mounting data yang nantinya berasal dari sharing, setelah itu, buka fstab dengan editor kesayangan anda (saya menggunakan nano):

Kemudian tambahkan baris berikut di akhir perintah:

Setelah anda save, lakukan proses mounting data terhadap perubahan yang terjadi di /etc/fstab tadi dengan perintah:

Kemudian masuk kedalam folder /media/sharing:

Sampai tahap ini, harusnya anda menemukan isi folder atau file yang di sharing dari komputer lain

Update: Untuk menentukan file/folder permission, gunakan file_mode dan dir_mode, contoh untuk octal 777 read-write-execute:

Selamat Mencoba 🙂

Content Protection by DMCA.com